BEBERAPA HAL YANG HARUS DIKETAHUI OLEH MEMBER DMC TENTANG SAFETY RIDING.
Dasar pemikiran.
Mengendarai sepeda motor, memiliki resiko kecelakaan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan kendaraan lain dan kecelakaan yang terjadi tidak hanya bisa menimpa pengendara saja tetapi juga orang lain, penyebabnya bisa berbagai hal mulai dari kondisi sepeda motor, kondisi lingkungan, kondisi fisik pengendara,cara mengendarai dan yang utama kondisi mental pengendara.
Untuk itulah kita mengenal bahkan mungkin ada yang pernah mengikuti berbagai program safety riding atau defensive riding guna meningkatkan keterampilan kita mengemudikan sepeda motor, kemudian kita juga sering melihat berbagai rambu/tanda yang memberikan informasi tentang kondisi lingkungan sekitar kita yang berkaitan dengan lalu lintas kendaraan, kita juga mengenal keharusan service rutin untuk kendaraan kita guna mempertahankan kondisi terbaik kendaraan kita, juga kita mengetahui bahwa ada undang-undang lalu-lintas yang khusus mengatur masalah lalu lintas, tetapi semua itu tidak akan menjamin keselamatan kita dijalan jika sikap dan kondisi mental kita tidak mendukung.
1. HELM
Seperti kita ketahui bahwa kepala adalah bagian paling vital dari anggota badan kita, celakanya kepala adalah bagian dari tubuh kita yang memiliki resiko tinggi menerima benturan saat terjadi kecelakaan, untuk itulah pengurus mewajibkan semua membernya menggunakan dengan benar Helm untuk pengemudi maupun penumpangnya. Helm yang baik adalah secara fisik mampu memberikan perlindungan menyeluruh pada bagian kepala, seperti pada bentuk Full Face atau Half Face, sementara untuk untuk helm Cetok, pengurus sangat tidak mengajurkan untuk menggunakannya.
2. SEPATU
Banyak yang meremehkan tentang penggunaan sepatu dikala kita mengendarai sepeda motor, tetapi faktanya beberapa rekan DMC mengalami kecelakaan cukup serius dikakinya saat mengendarai sepeda motor, pengurus menghimbau agar menggunakan sepatu saat berpergian dengan sepeda motor, dan mewajibkannya saat touring.
3. JAS HUJAN
Banyak rupa jas hujan, tapi tahukah anda, bahwa jas hujan model ponco justru membawa maut bagi pemakainya ?? berkibarnya jas hujan model ponco akan memiliki kemungkinan tersangkut dengan kendaraan lain, beberapa kasus tentang hal ini sudah terjadi,
4. KACA SPION DAN LAMPU PENERANGAN
Dengan kaca spion dan lampu penerangan yang berfungsi baik kita akan mudah memahami kondisi lalu lintas disekitar kita sehingga memberikan waktu yang cukup untuk bereaksi, erfungsi dengan baik.
5. MEMATUHI ATURAN LALU LINTAS
Ada hubungan yang jelas antara keselamatan mengendarai sepeda motor di jalan dengan mematuhi aturan lalu lintas, pengurus selalu mengingatkan member DMC dimanapun berada untuk berhenti dibelakang garis putih saat lampu merah menyala, dan tidak memasuki jalur cepat yang bukan diperuntukan sepeda motor.
6. MENGGUNAKAN SIRINE
Sirine hanya boleh digunakan oleh aparat pemerintah yang memiliki wewenang untuk menggunakannya, pengurus melarang penggunaan sirine terhadap member DMC, kecuali untuk petugas touring resmi yang mendapat izin dari kepolisisan.
7. SOPAN DAN BERETIKA
Jalan raya bukan hanya milik pengendara sepeda motor apa lagi member DMC saja, untuk itu diminta agar member DMC mengedepankan sikap saling menghargai kepada sesama pengguna jalan dan mau menolong sesama pengguna jalan terutama sesama member DMC dan club motor sejenis yang mengalami hambatan di jalan.
8. MEMATUHI ATURAN TOURING
Untuk keselamatan dan kenyamanan touring, pengurus telah menyusun prosedur safety touring, prosedur ini bersifat wajib untuk diikuti oleh peserta touring. Hubungi pengurus untuk mendapatkan prosedur ini.
Delapan point tersebut selalu diingatkan oleh pengurus kepada semua member DMC tanpa terkecuali melalui berbagai cara, diantaranya adalah melalui program publikasi di milist DMC, ketika anda sebagai member DMC5 lupa menjalankannya, maka identitas anda berikut kesalahannya akan tertulis disemua media informasi dan komunikasi DMC
BEBERAPA TIPS Safety Riding.
Cek dan jaga selalu kondisi sepeda motor anda, karena anda yang paling mengetahui kondisi layak dan tidaknya motor anda. Biasakan melakukan pengereman dengan menggunakan rem depan dan belakang bersamaan, dengan penekanan 60 % rem depan, 40 % rem belakang, pada saat menekan tuas rem depan gunakan 3 atau 4 jari anda, dan posisi tuas kopling tidak tertekan, latih teknik pengereman ini sehingga ketika mengerem mendadak tidak terjadi penguncian putaran ban. Jangan menikung atau menyalip kendaraan lain, jika anda tidak bisa melihat kondisi didepan anda. Selalu gunakan pakaian yang sesuai, dan mudah dilihat.
Selamat berkendara yang aman,